Dua hari yang lalu, saya dikejutkan oleh laporan mbak Yah, kalau samsul (salah satu kucing kampung yang biasa main kerumah) diceburin tetangga sebelah rumah ke got gede, bahkan saat samsul hendak naik dari got langsung di dorong lagi ke got, pelaku nya apakah anak-anak yang belum nalar? tentu tidak, karna mereka berdua sang pelaku seorang bapak-anak yang usianya diatas 30...
Astagfirullahaladzim... Innalillahi, langsung kata-kata itu yang terucap.
Sedih? sudah pasti, apalagi samsul terdiagnosa ascites (perut membesar berisi cairan) entah karena penyakit apa, mungkin FIP, penyakit yang sampai sekarang di dunia kedokteran hewan belum ada obatnya, dan dugaanku juga usia nya tinggal menghitung hari, dan kejamnya hari itu dia sengaja diceburin ke got dan ngga bisa naik karena perut yang sangat besar...
Aku langsung ambil 1 ember air dan sabun, kondisi Samsul benar2 bau dan kotor, tapi untuk mengangkat samsul dari got ngga mungkin bisa pakai serokan sampah, karena besar perutnya, akhirnya dengan perutku yang juga besar dengan kehamilan hampir 8 bulan, aku turun ke got, aku tepikan samsul dan ku mandikan dan ku sabun, tapi namanya juga kucing kampung, dia takut air, jadi usahaku ini ngga 100% berhasil, tapi lumayan lah ngga sekotor sebelumnya.
Aku memandikanya sambil air mata tak henti menangis, marah, sedih, entah apa yang ada dalam pikiranku, kenapa ada orang sejahat itu....
Dan pelaku nya pun melihatku melakukan semua hal tadi, bahkan dia bilang "ngga diangkat aja mbak kucingnya" seolah-olah dia ngga tau siapa yang masukin samsul ke got.
Okelah, dia punya warung makan, mungkin juga samsul datang minta makan, tapi aku yakin 100% samsul ngga bakal naik meja dan nyolong makanan, karena melompat saja dia ngga bisa, apalagi naik meja,,
bukankah sebagai manusia yang diberi akal dan perasaan oleh Allah kita harusnya bisa berfikir jika memang kucing-kucing itu mengganggu manusia, bukan disakiti, tapi dipindahkan ke tempat lain yang tidak mengganggu, tentu saja dengan memikirkan lokasi untuk kucing bisa mencari makan, di pasar misalnya...
Ah, aku masih saja tak mengerti kenapa manusia bisa sejahat itu...
Pagi ini, aku masih melihat Samsul, dia mengeong, meski sudah diberi makan, aku tau, dia bukan lapar, tapi ingin main dirumahku, ngga biasanya dia seperti itu, ingin dibukakan pintu, menungguku di depan pintu, dan akhirnya ia tertidur pulas,
Siangnya ia beranjak dari tempat dimana ia tidur, badan nya sudah dipenuhi semut merah, aku bersihkan badanya dari semut, dia berbaring lagi di depan rumah dengan tubuh yang lebih lemah, sambil mencoba berkata padanya, aku yakin dia pasti mengerti...
"Samsul, bilang sama Allah, supaya Allah kaih yang terbaik buat kamu, dunia ini kejam ya? tapi jangan takut, nanti ada kehidupan yang jauh lebih baik, kalau aku bisa kesana, aku mau minta sama Allah supaya kamu juga berada disana, sama Chika, kalian akan menjadi hewan surga, Samsul yang sabar yaa..."
Konyol ya? tapi ngga untuk seorang pecinta kucing...
Sore nya,
ibuku bilang, samsul di bawah kursi sudah ngga gerak dan dikerubutin semut...
innalillahi,
aku datangin samsul, aku masih lihat ada nafas satu2 sesekali ia meregang, tubuhnya sudah penuh semut, air mataku menetes, Yaa Allah, jika ia harus pergi hari ini, ambilah, aku ikhlas....
aku elus dia, dia merespon dengan regangan kaki yang menyakitkan jika kulihat,
aku beranjak dari situ, kuambil linggis menuju kebun samping rumah, aku gali lubang untuk tempat terakhir samsul, cuma itu yang bisa aku lakukan untuknya, karna perut yang besar, aku menggali dengan duduk, untunglah ada tetangga kecilku yang mau membantu
4 jam telah berlalu, samsul belum pergi, masih ada nafas satu-satu, aku bingung harus bagaimana, mulutnya ku tetesin air, dia menelan pelan, makin lama hanya terlihat naik turunya daerah dada, tak ada gerakan, Yaa Allah, semoga dia sudah tidak merasakan sakit apapun...
aku akan menunggunya sampai ia benar2 pergi, dan akan aku kuburkan sendiri dengan tanganku,
2 hari berlalu, dan samsul masih bertahan dengan kondisi sangat memprihatinkan, ia terus mengeluarkan cairan, bahkan bercampur berak, jadi kondisinya sangat-sangat memprihatinkan,
Setelah shalat magrib, ku lihat ia masih bernafas, matanya pun masih membuka, dan bau nya....
akhirnya aku berinisiatif untuk membersihkan badan nya, dengan air detol, supaya ia juga ngga risih dengan bau nya sendiri, aku lap tubuh dan muka nya, lalu ku keringkan dengan kain dan aku alasi tidurnya, dia menatapku, entah apa yang ingin ia katakan, sakitkah? atau ia sedang mengucapkan terimakasih? Ah, samsul, aku tak butuh itu, aku hanya ingin kamu tidak menderita....
Malam itu, aku berharap Allah memberikan yang terbaik untuk Samsul...
Keesokan paginya, mbak yah bilang samsul sudah ngga ada, aku langsung mengucap innalillahi, dan alhamdulillah karena semua penderitaanya telah berakhir,
Pagi itu aku menguburnya, lengkap dengan kain alas tidurnya, kali ini aku tidak menangis, aku tau ini yang terbaik untuk samsul,, dan untuk kami semua,, selamat jalan samsul, semoga kita dipertemukan di kehidupan yang lebih baik :)
samar, aku seperti melihatnya sedang bersama Chika di pintu surga.....
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Maret 2013
Senin, 31 Desember 2012
Berdoalah, karena setiap doa (pinta) pasti dikabulkan!
Dari dulu saya termasuk orang yang hobi sekali berdoa, karena saya
ingat janji Allah " berdoalah kepadaku, niscaya akan aku kabulkan"
bahkan untuk mendapatkan hal-hal yang sangat sepele saja saya akan
berdoa, karna bukan sekali duakali, bahkan hampir selalu Allah
mengabulkan doa saya. Doa yang belum terkabul? tunggu saja, cepat atau
lambat pasti dikabulkan, PASTI. bisa di dunia, bisa juga di akhirat...
maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud mengumbar salah satu ibadah favorit saya ini dengan tujuan riya, tapi untuk mengajak dan mengingatkan, bahwa jangan pernah lelah meminta, justru ketika kita tak pernah meminta pada Allah sang pemilik segalanya, kita termasuk manusia yang sombong. naudzubillahi min dzalik..
kembali pada kebiasaan saya berdoa yang tak kenal waktu dan tempat, ada beberapa cerita terkabulnya doa yang sebenarnya saya sendiri ngga menyangka, sangat sepele sebenernya, tapi ternyata memang janji Allah itu benar adanya, teman-teman juga pasti sering sekali doa-doanya dikabulkan...
dulu, berapa belas tahun yang lalu, ketika hidup masih susah, pulang sekolah saya naik sepeda bareng temen, di perlintasan kereta api kami berhenti, karena akan ada kereta yang lewat, saat itu kereta yang lewat adalah argobromo anggrek.
teman saya bilang " itu argobromo anggrek, kereta api eksekutif, mahal banget, jadi ngga semua orang bisa naik itu" .itu pertama kalinya saya melihat wujudnya...
"emang berapa harga tiketnya?" tanya saya sambil mengamati tiap gerbong yang lewat didepan mata
"kira-kira 200 ribu"
glek. #nelen ludah
buat saya mustahil banget bakalan bisa naik kereta api semahal itu *bisa dibayangkan kondisi ekonomi (keluarga) saya saat itu?*
tapi mulai saat itu, tiap pulang sekolah dan melihat argobromo anggrek lewat, saya tersenyum dan berdoa "Yaa Allah, pingin banget suatu saat naik kereta api itu" dan doa itu terus berulang setiap melihatnya di perlintasan kereta..dan sekarang? hampir tiap bulan saya tidur didalamnya.. #hamdalah
hal ini juga berlaku ketika perrrrtama kalinya saya naik pesawat di tahun 2007, (disaat kebanyakan teman saya udah pernah naik. lagian, saya juga mau kemana sok-sokan naik pesawat, la wong orang kampung). sesaat setelah duduk, saya berucap syukur dan berdoa (meski kedengaranya katrok banget), "Yaa Allah, besok-besok lagi yaaa, jangan sekali ini saja" hehehe,langsung doa saya on procces, pulangnya saya dikasi bonus sm Allah dapet kursi di kelas eksekutif nya Garuda untuk Thailand-jakarta dan jakarta-semarang. (hihihi, suami saya aja yg kartu garudanya gold kayanya belum sempet duduk disitu) sekali lagi itu karena doa, dan doa saya itu terus dikabulkan sampai sekarang, mengingat saya dapet suami orang luar jawa jadi memungkinkan buat naik pesawat, hehhehe, ndeso? biarin! yang penting#hamdalah...
pokoknya hal-hal sepele aja saya ngga lupa minta, pernah waktu itu di sebuah mini market ada undian berhadiah, semua hadiahnya juga dipampang disana, dan saya ngisi kupon nya, sambil menatap ke hadiah utama, sebuah mesin cuci, saya berdoa " Yaa Allah, saya mau yang itu..." kalo saya ngomong gitu sama orang, pasti yang denger langsung bilang "minta sono sama bapak lu" tapi karena yang saya mintai adalah sang Maha pengabul doa, maka doa saya dikabulkan seketika, mesin cuci itupun jadi milik saya. #hamdalah.
bahkan ni ya, dulu, ketika temen di kantor ada yang nyeritain anaknya yg kerja di sebuah PT, saya yang waktu itu lagi nulis-nulis langsung berhenti dan tiba-tiba berdoa, "Yaa Allah, mau doong punya suami yg kerja disitu juga" ngga ngerti juga kenapa tiba-tiba doa kaya gitu, secara saya ngga punya kenalan orang yang kerja disitu, dan (calon) suami saya saat itu, dia masih mahasiswa yang kemudian bekerja di PT yang saya mau tadi. who knows?? #hamdalah
suatu ketika, saya pasang wallpapper gambar ka'bah di laptop, jadi setiap saya buka laptop, setiap itu pula saya melihatnya dan berdoa, minta biar bisa kesana, dan alhamdulillah beberapa bulan setelah itu, ayah saya menghadiahi tiket umroh untuk kami... # the miracle of du'a
trus, doa kamu dikabulin semua dong?
hmm belum sih, tapi yang aku rasain 70% nya udah, yang penting doa rutin setelah shalat alhamdulillah selalu dikabulkan..
kamu ngga berdoa biar punya baby ya? kok gk dikabulin?
hehe, kan ngga semua harus dikabulin sekarang, yang saya tau, PASTI dikabulkan. tinggal tunggu saja.
itu cerita masa muda saya yang mintanya selaluuuuu pada hal keduniawian, sekarang sepertinya selera saya sudah banyak berubah, saya lebih suka meminta untuk dimudahkan dalam urusan beribadah dan menjadi hamba Nya yang lebih baik, karena yang saya minta sekarang mahal sekali. sangat mahal, jadi saya minta dulu 'sarana prasarana' nya agar dimudahkan jalanya ketempat yang saya lagi minta ini, walaupun ini hak prerogatif Allah, tapi saya yakin 100 % bisa kesana. kali ini pake usaha juga, ngga cuma doa aja, karena saya sedang minta dibuatkan rumah di Surga...
saya juga ngga pengen ketemu kalian, teman-temanku disana nantinya, jadi, mulai sekarang kita sama-sama rajin berdoa dan berusaha, semoga Allah meridhoi, aamiin...
pict from bismillahi-rahmanar-rahiim.blogspot.com
maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud mengumbar salah satu ibadah favorit saya ini dengan tujuan riya, tapi untuk mengajak dan mengingatkan, bahwa jangan pernah lelah meminta, justru ketika kita tak pernah meminta pada Allah sang pemilik segalanya, kita termasuk manusia yang sombong. naudzubillahi min dzalik..
kembali pada kebiasaan saya berdoa yang tak kenal waktu dan tempat, ada beberapa cerita terkabulnya doa yang sebenarnya saya sendiri ngga menyangka, sangat sepele sebenernya, tapi ternyata memang janji Allah itu benar adanya, teman-teman juga pasti sering sekali doa-doanya dikabulkan...
dulu, berapa belas tahun yang lalu, ketika hidup masih susah, pulang sekolah saya naik sepeda bareng temen, di perlintasan kereta api kami berhenti, karena akan ada kereta yang lewat, saat itu kereta yang lewat adalah argobromo anggrek.
teman saya bilang " itu argobromo anggrek, kereta api eksekutif, mahal banget, jadi ngga semua orang bisa naik itu" .itu pertama kalinya saya melihat wujudnya...
"emang berapa harga tiketnya?" tanya saya sambil mengamati tiap gerbong yang lewat didepan mata
"kira-kira 200 ribu"
glek. #nelen ludah
buat saya mustahil banget bakalan bisa naik kereta api semahal itu *bisa dibayangkan kondisi ekonomi (keluarga) saya saat itu?*
tapi mulai saat itu, tiap pulang sekolah dan melihat argobromo anggrek lewat, saya tersenyum dan berdoa "Yaa Allah, pingin banget suatu saat naik kereta api itu" dan doa itu terus berulang setiap melihatnya di perlintasan kereta..dan sekarang? hampir tiap bulan saya tidur didalamnya.. #hamdalah
hal ini juga berlaku ketika perrrrtama kalinya saya naik pesawat di tahun 2007, (disaat kebanyakan teman saya udah pernah naik. lagian, saya juga mau kemana sok-sokan naik pesawat, la wong orang kampung). sesaat setelah duduk, saya berucap syukur dan berdoa (meski kedengaranya katrok banget), "Yaa Allah, besok-besok lagi yaaa, jangan sekali ini saja" hehehe,langsung doa saya on procces, pulangnya saya dikasi bonus sm Allah dapet kursi di kelas eksekutif nya Garuda untuk Thailand-jakarta dan jakarta-semarang. (hihihi, suami saya aja yg kartu garudanya gold kayanya belum sempet duduk disitu) sekali lagi itu karena doa, dan doa saya itu terus dikabulkan sampai sekarang, mengingat saya dapet suami orang luar jawa jadi memungkinkan buat naik pesawat, hehhehe, ndeso? biarin! yang penting#hamdalah...
pokoknya hal-hal sepele aja saya ngga lupa minta, pernah waktu itu di sebuah mini market ada undian berhadiah, semua hadiahnya juga dipampang disana, dan saya ngisi kupon nya, sambil menatap ke hadiah utama, sebuah mesin cuci, saya berdoa " Yaa Allah, saya mau yang itu..." kalo saya ngomong gitu sama orang, pasti yang denger langsung bilang "minta sono sama bapak lu" tapi karena yang saya mintai adalah sang Maha pengabul doa, maka doa saya dikabulkan seketika, mesin cuci itupun jadi milik saya. #hamdalah.
bahkan ni ya, dulu, ketika temen di kantor ada yang nyeritain anaknya yg kerja di sebuah PT, saya yang waktu itu lagi nulis-nulis langsung berhenti dan tiba-tiba berdoa, "Yaa Allah, mau doong punya suami yg kerja disitu juga" ngga ngerti juga kenapa tiba-tiba doa kaya gitu, secara saya ngga punya kenalan orang yang kerja disitu, dan (calon) suami saya saat itu, dia masih mahasiswa yang kemudian bekerja di PT yang saya mau tadi. who knows?? #hamdalah
suatu ketika, saya pasang wallpapper gambar ka'bah di laptop, jadi setiap saya buka laptop, setiap itu pula saya melihatnya dan berdoa, minta biar bisa kesana, dan alhamdulillah beberapa bulan setelah itu, ayah saya menghadiahi tiket umroh untuk kami... # the miracle of du'a
trus, doa kamu dikabulin semua dong?
hmm belum sih, tapi yang aku rasain 70% nya udah, yang penting doa rutin setelah shalat alhamdulillah selalu dikabulkan..
kamu ngga berdoa biar punya baby ya? kok gk dikabulin?
hehe, kan ngga semua harus dikabulin sekarang, yang saya tau, PASTI dikabulkan. tinggal tunggu saja.
itu cerita masa muda saya yang mintanya selaluuuuu pada hal keduniawian, sekarang sepertinya selera saya sudah banyak berubah, saya lebih suka meminta untuk dimudahkan dalam urusan beribadah dan menjadi hamba Nya yang lebih baik, karena yang saya minta sekarang mahal sekali. sangat mahal, jadi saya minta dulu 'sarana prasarana' nya agar dimudahkan jalanya ketempat yang saya lagi minta ini, walaupun ini hak prerogatif Allah, tapi saya yakin 100 % bisa kesana. kali ini pake usaha juga, ngga cuma doa aja, karena saya sedang minta dibuatkan rumah di Surga...
saya juga ngga pengen ketemu kalian, teman-temanku disana nantinya, jadi, mulai sekarang kita sama-sama rajin berdoa dan berusaha, semoga Allah meridhoi, aamiin...
pict from bismillahi-rahmanar-rahiim.blogspot.com
Hikmah di malam tahun baru masehi 2001
*fyuuh, maklum, masih jahiliyah*
disana aku bertemu banyak orang, dan satu yang paling berkesan, dia menanyaiku "sekolah dimana?"
aku jawab dg santainya "Assalaam"
" Assalaam solo?" dia balik nanya
" kok tau?" tanyaku
Dia menatapku dengan heran dari ujung rambut sampai kaki " saya mahasiswa UMS, sebelah sekolah kamu"
#jleb. dari tatapanya aku tau, dia ngga mengira begini kelakuan santri di luar sekolah
Di sepanjang jalan aku berfikir, bodohnya aku, kenapa harus bilang anak Assalaam sih! kan malu-maluin sekolah! sambil terus berjalan aku juga terus dihantui banyak perasaan bersalah.. bukan hanya pada sekolahku, tapi lebih pada diriku sendiri.
tiba-tiba aku merasa asing dengan apa yang sedang aku jalani saat itu, aku buang terompetku dengan perasaan marah dan kacau bagai terkena PMS. Apa sih yang sedang aku lakukan di tempat ini? merayakan apa? untuk apa??? bukankah ketika masuk Assalaam ayahku pernah berpesan " nak, setelah km masuk Assalaam, km sudah ngga seperti teman2 mu diluar, kamu sudah berbeda, jadilah kamu yang baru, nurut sama ustad-ustadzah disini, pakai ilmu yang baru di dapat, suatu saat kamu akan mengerti"
Entah mengapa diantara sahut-sahutan ratusan terompet aku ingin menangis. aku malu sekali... bukan hanya pada mahasiswa itu, tapi pada diriku sendiri, beginikah aku menghargai diri sendiri? wanita, tengah malam tanpa jilbab mengikuti sesuatu yang ngga seharusnya aku ikuti?
Saat itu juga aku berjanji, ngga akan pernah lagi merayakan tahun baru masehi seperti ini, ini yang terakhir. dan tiba-tiba aku merasa sangat dingin, aku merindukan jilbab dan kerudungku...
Langganan:
Postingan (Atom)

